Awan Putih
Bagai awan putih
Kosong, hampa, tak berarti
Terbang kesana dan kemari
Tapi dia tak merasa sepi
Hidupku bahkan lebih hampa
Daripada awan putih di langit
Senyum untukku bahkan tak ada
Hanya tangis yang mengisi relung hati
Kelabu langit sering kali datang
Membawa petir yang sangat menggempar
Bagai hidupku yang tak tenang
Layaknya bola yang terlempar
Tapi, aku menemukan suatu titik
Terang bahkan menyilaukan
Titik yang lebih besar dari rintik
Membawaku masuk dalam kebahagiaan
Saat ku mulai nyaman dengannya
Tibatiba bencana silih berganti datang
Menyapu titik yang dengan mudahnya
Tanpa tahu siapa dan mengapa dia datang
Berkali kali ingin ku jelaskan
Telinga mereka tuli
Seperti diberi desakan
Hati mereka kunci
Amarah seringkali datang
Tapi apa daya
Aku hanyalah sebuah awan yang terbang
Tanpa tahu aku harus pergi kemana
Yang bisa ku lakukan hanyalah bersabar
Entah sampai kapan ini akan berakhir
Entah apakah hidupku tergambar
Dalam suratan bahagia tulisan takdir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar